Ini Tiga Alasan BI Naikkan Suku Bunga Acuan

Isna Rifka Sri Rahayu
Gubernu Bank Indonesia Agus Martowardojo. (Foto: Okezone)

Selain itu, pemerintah juga merespons dengan mengeluarkan insentif pajak seperti Tax Holiday dan Tax Allowance. Sekarang ini, pemeritah tengah melakukan kajian di sektor fiskal terkait undang-undang penerimaan negara.

"Jadi BI menambahkan ini juga dengan menaikkan policy rate," kata Agus.

Pihaknya melihat ada potensi kenaikan Fed Fund Rate sebanyak empat kali sepanjang 2018, sedangkan pada 2019 diperkirakan naik dua kali. Hal ini dikarenakan di AS tingkat inflasi berpotensi naik pada tahun ini.

"Jadi sebelumnya diprediksi yang naik tiga kali di 2018 disusul akan ada kenaikan di 2019 sebanyak tiga kali. Namun karena ada risiko di 2018 menjadi empat kali dan 2019 dua kali. Jadi itu yang ada di kajian BI," ujarnya.

Selain itu, BI juga meyakini akan adanya depresiasi dan keberlanjutan depresiasi rupiah di masa yang akan datang. Depresiasi ini dinilai akan berdampak terhadap inflasi. "Oleh karena itu kita merespons dengan bauran kebijakan ini. Kita percaya ini bisa menjaga stabilitas perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global," ucapnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

BI Pantau Ketat Bank dan Perusahaan yang Banyak Beli Dolar AS!

Nasional
2 hari lalu

Bos BI Jelaskan Penyebab Rupiah Anjlok ke Rp17.400 per Dolar AS

Nasional
2 hari lalu

Rupiah Tertekan, BI Batasi Pembelian USD jadi 25.000 Dolar AS per Orang

Nasional
2 hari lalu

Rupiah Tembus Rp17.400, Bos BI Pilih Bungkam usai Rapat di Kemenko

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal