Krisis Bank di AS dan Eropa, LPS: Tak Perlu Cemas, Perekonomian RI Cukup Resilien

Viola Triamanda
Krisis bank di AS dan Eropa, Ketua DK LPS Purbaya Yudhi Sadhewa mengatakan tak perlu cemas karena perekonomian RI cukup resilien. (Foto: Okezone)

“Namun demikian, kita perlu tetap mewaspadai dampak tidak langsungnya dengan meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan,” ujarnya.

Di samping itu, dia menambahkan, penting bagi bank untuk terus menjaga level likuiditas di batas aman. Ini untuk melayani kebutuhan penarikan dana nasabah, dan level permodalannya agar selalu dalam kondisi sehat.

Purbaya kembali mengimbau masyarakat agar tetap percaya kepada perbankan nasional dan jangan takut untuk memulai berinvestasi, meski ada potensi resesi di beberapa negara besar. Namun, di tengah berbagai tekanan global tersebut, Indonesia menurut estimasi tidak akan memasuki masa resesi. 

Hal tersebut menurutnya, mengacu pada tahun lalu, di mana ekonomi Indonesia mampu tumbuh impresif sebesar 5,31 persen. Sebagian besar ekonomi ditopang oleh konsumsi domestik, yang berkontribusi 52,81 persen dari PDB kuartal IV 2022.

“Untuk masyarakat juga harus tetap tenang terkait simpanannya, sebab aset LPS sekarang sebesar Rp196 triliun lebih. Jadi jangan takut menabung karena dana LPS sangat cukup untuk menjamin simpanan masyarakat,” tuturnya.

Sebagai informasi, total aset LPS per 28 Februari 2023 mencapai Rp196,68 triliun. Posisi tersebut merepresentasikan kenaikan 5,32 persen (year to date/YTD) dibandingkan posisi 31 Desember 2022, atau naik 15,07 persen (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

LPS pada tahun ini menargetkan posisi aset mencapai lebih dari Rp200 triliun agar dapat terus memperkuat kapasitas LPS dalam melaksanakan penanganan bank dengan efektif.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Buletin
19 jam lalu

Pakar Bilang Ekonomi RI Bakal Hancur, Menkeu Purbaya: Mereka Nggak Punya Data

Nasional
23 jam lalu

Breaking News: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I 2026

Internasional
5 hari lalu

Rusia Sebut Perang Lawan Ukraina dan Negara Barat soal Eksistensi: Eropa Ingin Kami Hancur

Bisnis
7 hari lalu

BNI Bukukan Laba Rp5,6 Triliun di Kuartal I 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal