Menakar Prospek IHSG 2025 pada Tahun Anggaran Pertama Presiden Prabowo

Dinar Fitra Maghiszha
Pasar modal Indonesia membuka lembaran baru di 2025, sebagai tahun anggaran pertama pemerintahan Prabowo-Gibran. (Foto: Arif Julianto)

“Bahan baku diproyeksikan mencatat pertumbuhan laba masing-masing sebesar 26 persen dan 18,7 persen, masing-masing pada 2025 dan 2026,” tulis riset RHB Sekuritas.

Namun, sektor energi menghadapi tantangan dengan perkiraan penurunan laba sebesar 12,1 persen dan 7,7 persen pada 2025 dan 2026. Hal ini dikarenakan harga batu bara yang diperkirakan melemah.

Di tengah ketidakpastian global, sektor defensif seperti perbankan dan kesehatan menjadi pilihan utama. Komoditas seperti minyak sawit mentah (CPO) juga dinilai menawarkan peluang, didukung oleh peningkatan seiring permintaan biodiesel. 

Sementara rating sektor perkebunan dan unggas telah dinaikkan ke Overweight karena kenaikan harga CPO dan stabilitas harga ayam, “Didukung pengurangan kuota impor grandparent stock (GPS) ayam,” tulis tim analis.

Meski demikian, sektor minyak dan gas bumi mengalami penurunan peringkat ke Neutral akibat prospek pasar yang kurang mendukung.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
3 hari lalu

Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Loyo ke Level 6.441

3 hari lalu

IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.512 jelang Akhir Pekan

4 hari lalu

IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 6.462, Nilai Transaksi Rp13,8 Triliun

4 hari lalu

Rupiah Ditutup Melemah 3 Hari Berturut-turut, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal