Utang Negara Tembus Rp6.445 Triliun, Pemerintah Bisa Kesulitan Bayar

Rina Anggraeni
Ekonom Indef, Bhima Yudistira.

"Saat ini 19 persen belanja pemerintah pusat habis untuk bayar bunga utang. Jadi 19 persen itu harusnya jadi stimulus ke sektor riil tapi lari ke bayar bunga utang. Tentu ini bahaya debt overhang," ujar Bhima.

Ekonom Indef lainnya, Nailul Huda, mengatakan masalah utang memang perlu ditanggapi dengan serius. Utang kita semakin menumpuk bahkan rasio terhadap PDB mencapai 41,64 persen.

"Kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan mengingat perekonomian belum pasti namun sudah terbebani dengan utang yang terus menumpuk," katanya.

Telebih debt service ratio (DSR) juga meningkat yang menunjukkan penambahan utang tidak disertai dengan peningkatan kinerja komponen penambah devisa, seperti ekspor.

"Hal tersebut akan diperparah jika nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah maka akan semakin mengkhawatirkan," kata Nailul. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Covid-19 Bikin Utang Pemerintah Maret 2021 Naik Jadi Rp6.445 Triliun

57 tahun lalu

DPR Dorong Pemerintah Evaluasi Harga BBM Nonsubsidi usai Minyak Dunia Anjlok

57 tahun lalu

Megawati Tegaskan Bukan Musuh Prabowo: Itu Teman Saya

57 tahun lalu

Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah Hadapi Gejolak Ekonomi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal