Wall Street Ditutup Bervariasi, Data Inflasi dan Kinerja Bank Bikin Dow Jones dan S&P 500 Tertekan

Anggie Ariesta
Bursa Wall Street berakhir bervariasi pada perdagangan Kamis (14/7/2022) waktu setempat dipicu sentimen negatif rilis kinerja dua bank besar Amerika Serikat (AS). (Foto: Reuters)

Dengan musim pendapatan resmi berlangsung, analis memperkirakan agregat pertumbuhan laba kuartal kedua tahun-ke-tahun S&P 500 sebesar 5,1 persen, jauh lebih rendah dari perkiraan 6,8 persen pada awal kuartal, menurut Refinitiv.

Isu-isu yang menurun melebihi jumlah yang maju di NYSE dengan rasio 3,11 banding 1; di Nasdaq, rasio 2,12 banding 1 mendukung penurunan. &P 500 membukukan satu tertinggi baru 52-minggu dan 44 terendah baru; Nasdaq Composite mencatat sembilan tertinggi baru dan 294 terendah baru.

Volume di bursa AS adalah 10,86 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,48 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
14 hari lalu

JP Morgan Ungkap Indonesia Negara Paling Tahan Krisis Energi Nomor 2 di Dunia

Bisnis
10 bulan lalu

Kepercayaan Investor Global ke Saham BBRI Menguat, Transformasi Jadi Daya Tarik

Bisnis
1 tahun lalu

Pria China Ini Jadi Miliarder usai Bisnis Kedai Teh Melantai di Bursa AS, Hartanya Tembus Rp43 Triliun

Keuangan
1 tahun lalu

IHSG Hari Ini Diprediksi Kembali Terkoreksi, Ini Sentimen Pendorongnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal