Akan Ada Larangan Mudik, Perusaahan Bus Tagih Insentif

Djairan
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi. (Foto: iNews.id)

JAKARTAA, iNews.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melarang mudik Lebaran 2020 untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19). Meski begitu, kondisi ini berpotensi merugikan perusahaan bus di Organisasi Angkutan Darat (Organda) karena tak memperoleh pendapatan.

“Sampai sekarang kita masih di tahap imbauan untuk tidak mudik, belum pelarangan. Kita di Menhub sepakat untuk adanya pelarangan, tinggal menunggu payung hukumnya bagaimana, punishment-nya bagaimana. Organda meminta harus ada insentif dari pemerintah kepada mereka" ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi pada konferensi pers via daring Jumat, (27/3/2020).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya sudah menyiapkan opsi insentif keringanan kredit untuk angkutan kendaraa bermotor. Sedangkan stimulus bagi pengusaha bus, Budi berharap akan ada keringanan dari sisi kredit seperti penundaan pembayaran serta keringanan bunga.

Sebelumnya Pemerintah telah membatalkan program mudik gratis 2020, baik yang diselenggarakan oleh pihak swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perorangan. Budi Setiyadi menyampaikan akan ada relokasi anggaran dari pembatalan mudik gratis tersebut.

“Akan ada penyisihan anggaran 10 persen dari anggaran kontraktual mudik gratis senilai 160 miliar, serta akan ada revisi anggaran 40 mil8ar, artinya 200 miliar bisa dialokasikan ke agenda prioritas yang berkait dengan pembatasan penyebaran virus korona, misal pembuatan disinfektan box,” ujar Budi.

Di tengah masifnya penyebaran virus tersebut, dikhawatirkan jika mudik tetap terlaksana akan menambah jumlah positif virus Corona. Dia pun mengakui adanya mudik yang dilakukan sebelum waktunya. Tercatat beberapa waktu yang lalu terjadi lonjakan penumpang bus dari Jabodetabek ke beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Wonogiri, Purwokerto dan Solo.

Banyak penumpang yang merupakan pekerja informal dari Jakarta yang memutuskan pulang ke daerah.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
3 hari lalu

Tiket Pesawat Nataru 2026-2027 Diproyeksi Turun 12 Persen, Ini Jadwal Stimulusnya

5 hari lalu

Puncak Arus Nataru 2026 Diprediksi Terjadi 4 Kali, Catat Tanggalnya!

27 hari lalu

Insentif SPPG Jadi Rp2.000 per Porsi, BGN Jamin Mitra Tetap Dapat Untung

28 hari lalu

Pemerintah Siapkan Stimulus untuk Tekan Harga Tiket Pesawat saat Libur Nataru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal