JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah sore ini ditutup hampir tembus Rp14.700 per dolar Amerika Serikat (AS). Tekanan terhadap rupiah diprediksi masih akan berlanjut.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan mengatakan, ketidakpastian dari sisi eksternal masih sangat tinggi. Hal ini membebani rupiah.
"Terutama sekali di AS masih akan terus berlanjut dan kita enggak tahu ending trade war dengan China bagaimana, karena sekarang makin tidak main-main saling memberikan serangan balasan, jadi masih bisa berlanjut lebih buruk atau stop, jadi itu masih uncertainty," kata Anton di Plaza Mandiri, Jakarta, Kamis (30/8/2018).
Dia mengakui, depresiasi rupiah ini lebih dalam dibandingkan proyeksi awal Bank Mandiri soal rata-rata nilai tukar rupiah tahun ini sebesar Rp13.800 per dolar AS. Hingga semester I-2018, rata-rata rupiah sudah mencapai Rp13.476 per dolar AS. Deviasinya semakin jauh mengingat grafik rupiah terhadap dolar AS sejak awal Juli terus menurun.
Dia merevisi nilai rata-rata rupiah tahun ini di kisaran Rp14.650 per dolar AS. Sementara untuk tahun depan, dia memprediksi laju penguatan dolar AS bisa tertahan.