"Saat ini ada di Rp14.650 per dolar AS rata-rata, tapi ini angka sementara bukan rata-rata. Tapi tahun depan diperkirakan Rp14.600 per dolar AS," kata Anton.
Selain domestik, dia menyebut, kondisi domestik juga ikut memengaruhi depresiasi rupiah. Salah satunya defisit transaksi berjalan yang diprediksi melebar tahun ini.
"CAD di bawah 3 persen masih relatif oke, cuma yang jadi masalah dari sisi financial dan capital account cenderung menurun," ucapnya. (Ulfa Arieza)