JAKARTA, iNews.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, kenaikan impor yang signifikan pada bulan November 2017 menandakan bahwa perekonomian domestik terus membaik. Menurut dia, Indonesia masih membutuhkan barang impor untuk menggerakkan ekonomi.
“Kita kalau mau ekonominya tumbuh mau enggak mau impornya juga naik. Enggak bisa ekspornya naik impornya enggak naik. Itu berarti ada yang macet," ujar Darmin saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (15/12/2017).
Darmin mengakui kenaikan impor akan menekan neraca perdagangan. Namun, hal itu dinilainya lumrah karena Indonesia belum mampu memproduksi bahan baku atau penolong dan barang modal yang dibutuhkan oleh industri.
(Baca: Impor Naik Tajam pada November 2017)
"Kita memang belum menghasilkan bahan baku barang modal. Kecuali nanti kalau industri petrokimia sudah jalan. Kan belum, baru mulai. Industri baja, besi bajanya baru mulai kerja samanya dengan Jepang. Artinya hasilnya belum keluar. Nah begtu juga di kimia dasar, impor kita paling banyak ya itu, tiga kelompok itu," papar Darmin.
Untuk diketahui, kenaikan impor yang lebih cepat dibandingkan kinerja ekspor pada bulan November 2017 membuat surplus neraca perdagangan mengecil. Neraca perdagangan pada bulan lalu tercatat surplus 271 juta dolar AS. Padahal, pada bulan sebelumnya mencapai 895 juta dolar AS.