Reaktivasi ini untuk melanjutkan jalur utama KA Pariaman-Padang sepanjang 70 kilometer. Kehadiran moda transportasi ini memangkas waktu dari yang biasanya 1,5-2 jam lewat darat menjadi 45 menit saja.
Untuk mengaktifkan jalur Simpang Haru-Pulau Air, Kemenhub telah menganggarkan dana Rp40 miliar pada tahun ini. Catur menyebut, pembersihan rel dan Stasiun Pulau Air sudah mulai dikerjakan.
"Secara bertahap jalur itu akan diperbaiki hingga dijadwalkan bisa dilewati kereta api akhir tahun ini," ujar dia.
Dia menambahkan, sosialisasi stelirisasi jalur KA terus dilakukan karena matinya jalur membuatnya diisi oleh permukiman warga. Setelah selesai, Stasiun Pulau Aia akan diteruskan hingga Stasiun di Muaro Pantai Gadang.
Jalur KA dari Stasiun Pariaman ke Stasiun Naras Padang diresmikan pada akhir Maret 2019 setelah dikerjakan sejak 2015. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp51,9 miliar.
Sebelum reaktivasi jalur KA rute Pariaman-Padang dilakukan, Kemenhub telah mengaktifkan kembali jalur Lubuk Alung-Kayu Tanam sepanjang 27 km. Panjang jalur yang direaktivasi rencananya mencapai 213 km dari total jalur rel di Sumbar yang mencapai 304 km.