Pasar Modal dan Suku Bunga Stabil, Indonesia Bakal Keluar dari Status Negara Fragile Five?

Anggie Ariesta
Bank Indonesia (BI) adalah salah satu bank sentral yang paling tidak hawkish di dunia selama masa pandemi dan krisis saat ini. (Foto: dok iNews)

Sedangkan Tan dari S&P juga memperkirakan tekanan pada rupiah tahun ini di tengah pengetatan moneter global.

Namun beberapa analis melihat BI tidak terburu-buru menaikkan suku bunga karena inflasi inti yang rendah.

Ekonom BNI Sekuritas, Damhuri Nasution mengatakan ekspor akan tetap kuat untuk sementara waktu, memberi BI waktu untuk fokus pada pertumbuhan dan memantau risiko resesi. Sementara itu, beberapa investor asing mendukung kisah pertumbuhan Indonesia.

Kepala strategi Jupiter Asset Management untuk pasar negara berkembang global, Nick Payne, kelebihan ekuitas Indonesia, dan mengantisipasi pemulihan lanjutan dari pandemi.

"Inflasi yang moderat, posisi transaksi berjalan yang baik dan harga komoditas yang kuat, semuanya berkontribusi pada stabilitas rupiah selama lingkungan global yang sulit saat ini," kata Payne, memperkirakan periode pertumbuhan yang kuat untuk keuntungan perusahaan.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
6 jam lalu

MNC Sekuritas dan Gerbangtara Dorong Generasi Muda IKN Kenal Pasar Modal

2 hari lalu

OVO dan Bank Indonesia Hadirkan Fintech Academy di PRABU UNPAD, Perkuat Literasi Keuangan 10.000 Maba

3 hari lalu

Independensi BI vs Arah Angin Politik

3 hari lalu

Saksikan IG Live MNC Sekuritas: "Strategi Investasi ETF untuk Mahasiswa & First Jobber" Sore Ini!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal