Pekerja Informal Jadi Salah Satu Biang Keladi Defisit BPJS Kesehatan

Isna Rifka Sri Rahayu
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

Sementara pekerja penerima upah biasanya mempunyai tingkat kepatuhan yang tinggi. Pasalnya, iuran mereka langsung dipotong dari gaji setiap bulan.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu juga menyebut iuran peserta dari ASN dan TNI/Polri juga cukup baik. Pembayaran iuran untuk peserta ini dilakukan langsung dari APBN.

"Dari sisi Kemenkeu, kita tetap akan terus melakukan pembayaran PBI (penerima bantuan iuran), sudah kita bayarkan untuk tahun ini lunas hingga bulan 12. TNI/Polri juga sudah dibayarkan. Kita bahkan untuk 3-4 tahun berturut-turut memberikan injeksi kepada BPJS, beyond PBI tadi," tutur dia.

Perempuan kelahiran Bandar Lampung itu menilai, perbaikan sistem basis data ini penting agar iuran yang diperoleh sesuai dengan manfaat yang diterima. Dengan begitu, tidak ada lagi isu di masyarakat bahwa ada rumah sakit atau apotek yang tidak terbayar.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemerintah Siapkan Dana Tambahan Rp100 Triliun untuk Perbankan demi Jaga Likuiditas

57 tahun lalu

Jaga Likuiditas, Pemerintah Kembalikan Dana Rp281 Triliun ke Bank BUMN

57 tahun lalu

Warning! 400 Ribu Anak Muda Indonesia Sakit Diabetes

57 tahun lalu

Mengejutkan! 1 Juta Lebih Peserta BPJS Kesehatan Terdiagnosis Hipertensi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal