Revolusi industri ketiga dimulai pada 1960-an yang disebut dengan revolusi digital. Pada era ini, penemuan semi konduktor, komputer pribadi, dan intenet marak terjadi di era ini.
Revolusi industri 4.0 hampir sama dengan revolusi industri ketiga karena menggunakan teknologi digital. Namun, saat ini kesenjangan antara dunia digital, fisik, dan biologis menyusut begitu pun dengan perubahan teknologi yang lebih cepat dari sebelumnya.
Pada revolusi industri 4.0 ini, mulai dari industri ritel hingga transportasi dan perbankan berlomba memasukkan teknologi baru ke dalam proses operasional perusahaan. Pasalnya, perusahaan bisa kalah saing jika kalah cepat dan kalah canggih teknoginya.
"Ada keinginan mutlak untuk hal-hal konkret yang bisa dilakukan perusahaan," kata Krieger.
Kendati demikian, studi menunjukkan teknologi seperti kecerdasan buatan akan menghilangkan beberapa pekerjaan, sekaligus menciptakan permintaan akan pekerjaan dan keterampilan baru. Beberapa ahli memperingatkan pekerja berketerampilan tinggi dihargai dengan upah tinggi, dan pekerja lainnya tertinggal.