Rupiah Nyaris Rp15.000 per Dolar AS, Sri Mulyani Bilang Begini

Michelle Natalia
Rupiah nyaris Rp15.000 per dolar AS, Menkeu Sri Mulyani bilang begini

Hal ini, sambung dia, umpamanya membantu dari sisi kebijakan mengenai perdagangan, investasi, ekspor impor, dan distribusi. 

"Karena itu persoalan yang terjadi dari inflasi sekarang ini. Kalau permasalahannya dari sisi demand, kita akan mengelola bersama-sama mengenai agregat demand," tuturnya. 

Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF)  Febrio Kacaribu mengatakan, pihaknya berperan dalam menjaga inflasi dan menjaga daya beli masyarakat agar ekonomi makro lebih terjaga.

"Inflasi yang masih tetap terjaga tidak lepas dari upaya pemerintah untuk tidak menaikkan harga-harga energi yang disubsidi," kata Febrio.

Salah satu upaya yang ditempuh pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat juga dengan menaikkan belanja subsidi dan kompensasi energi yang anggarannya sebesar Rp520 triliun. 

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah: Karena Kekayaannya Keluar

57 tahun lalu

Masih Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.859 per Dolar AS

57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambles ke Rp17.843 per Dolar AS

57 tahun lalu

MSCI Beri 2 Catatan Negatif untuk Pasar Modal Indonesia, Status Emerging Market Lepas?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal