Sri Mulyani: Pandemi Covid-19 Menorehkan Luka Berjangka Panjang

Michelle Natalia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (foto: dok iNews)

"Untuk mengatasi masalah-masalah ini, semua negara mengambil langkah kebijakan yang luar biasa, termasuk yang terpenting adalah kebijakan fiskal di Indonesia melalui APBN, kebijakan moneter, serta kebijakan dan aturan sektor finansial," ungkap Sri Mulyani.

Menkeu menjelaskan, pada 2020 total stimulus fiskal global untuk bidang kesehatan, perlindungan sosial, dan untuk mendukung bisnis mencapai sekitar 12 triliun dolar Amerika Serikat (AS). 

Di sektor moneter, banyak bank sentral telah mengimplementasikan kebijakan quantitative easing hingga 7,5 triliun dolar AS, yang bertujuan untuk mendukung pemulihan ekonomi.

"Seiring dunia bergerak menuju pemulihan, ada kebutuhan darurat untuk menilik risiko dari scarring effect tadi, harus memastikan bahwa semua negara bisa pulih bersama dan bangkit dengan lebih tangguh dengan mengidentifikasi isu-isu kesenjangan," kata Sri Mulyani.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
6 hari lalu

Respons Menkeu Suahasil saat Ditanya soal Keraguan Publik usai Gantikan Purbaya

9 hari lalu

Menkeu Suahasil Umumkan Utang BLBI Lunas: Lembaran Krisis 1998 Diselesaikan di Masa Presiden Prabowo

9 hari lalu

Presiden Prabowo Panggil Menkeu Suahasil ke Istana, Ada Apa?

10 hari lalu

Usai Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Lantik 14 Pejabat Baru Kemenkeu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal