Utang Luar Negeri RI Naik jadi 453,4 Miliar Dolar AS di Kuartal II 2026, BI Ungkap Penyebabnya

Anggie Ariesta
Bank Indonesia mencatat utang luar negeri RI tembus 453,4 miliar dolar AS di kuartal II 2026. (Foto: Ilustrasi)

“Pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara pruden, terukur, dan fleksibel untuk mewujudkan pembiayaan yang efisien dan optimal,” ungkap Denny.

Sebagai salah satu instrumen pembiayaan APBN, ULN pemerintah diarahkan untuk mendukung sektor produktif dengan tetap memperhatikan keberlanjutan pengelolaan utang.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah digunakan untuk beberapa bidang utama, yakni:

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial: 22,0 persen
Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib: 20,6 persen
Jasa Pendidikan: 16,2 persen
Konstruksi: 11,5 persen
Transportasi dan Pergudangan: 8,5 persen

BI menyebut posisi ULN pemerintah relatif aman dan terkendali. Hampir seluruh ULN pemerintah juga merupakan utang berjangka panjang.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
10 jam lalu

Komisi XI DPR Uji Kelayakan Calon Gubernur BI Destry Damayanti Pekan Depan

2 hari lalu

BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia, Bisa Digunakan untuk Transaksi QRIS

4 hari lalu

OVO dan Bank Indonesia Hadirkan Fintech Academy di PRABU UNPAD, Perkuat Literasi Keuangan 10.000 Maba

5 hari lalu

Independensi BI vs Arah Angin Politik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal