JAKARTA, iNews.id - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mencapai 453,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp7.000 triliun pada Kuartal II 2026. Bank Indonesia (BI) mencatat ULN tumbuh 4,4 persen secara tahunan (yoy).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan pertumbuhan ULN terutama berasal dari peningkatan ULN publik, mencakup pemerintah dan bank sentral. Pada saat bersamaan, ULN swasta masih mengalami kontraksi.
"Perkembangan tersebut disebabkan oleh peningkatan ULN publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah kontraksi pertumbuhan ULN swasta yang lebih rendah," ungkap Denny dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026).
Denny menyebut ULN pemerintah pada Kuartal II 2026 mencapai 216,3 miliar dolar AS. Angka tersebut tumbuh 2,9 persen (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan pada Kuartal I 2026 sebesar 3,8 persen (yoy).
Perkembangan ULN pemerintah terutama dipengaruhi aliran dana masuk ke Surat Berharga Negara (SBN). Menurut BI, kondisi tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.