Waspada, Resesi Ekonomi Global Bakal Tekan Surplus Perdagangan Indonesia di Semester II 2022

Iqbal Dwi Purnama
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira. (Foto: dok. pri).

JAKARTA, iNews.id - Resesi ekonomi global akibat dampak perang Rusia-Ukraina diperkirakan akan menekan surplus perdagangan Indonesia di Semester II 2022. 

Direktur CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira, mengatakan Bank Dunia telah memperingatkan ancaman resesi global yang akan memperlambat pertumbuhan ekonomi. 

Diperkirakan Ekonomi global hanya akan tumbuh 2,9 persen. Perlambatan pertumbuhan ekonomi global tersebut bakal berpengaruh terhadap kinerja ekspor di dalam negeri.

"Surplus perdagangan mungkin lebih rendah karena resesi, apalagi pasar utama di AS dan China sangat penting bagi kinerja ekspor," ujar Bhima kepada MNC Portal, Senin (13/6/2022).

Bhima menjelaskan, adanya resesi berdampak pada tingkat inflasi global. Maka ketika Inflasi meningkat, biaya untuk bisnis pun bakal meningkat. Hal tersebut bakal membuat sebagian besar perusahaan mengurangi produktifitasnya.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Internasional
5 bulan lalu

Trump dan Xi Jinping bakal Bertemu di Korea Selatan, Ini yang Dibahas

Internasional
9 bulan lalu

Putin Ingin Berunding Langsung dengan Ukraina, Tanpa Syarat

Keuangan
10 bulan lalu

Bursa Saham Eropa Anjlok ke Level Terendah dalam 16 Bulan akibat Tarif Trump

Keuangan
1 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah 26 Poin ke Rp15.870 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal