Waspada, Resesi Ekonomi Global Bakal Tekan Surplus Perdagangan Indonesia di Semester II 2022

Iqbal Dwi Purnama
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira. (Foto: dok. pri).

"Karena tekanan inflasi membuat permintaan konsumen terganggu, meski ada pelonggaran saat pandemi landai. biaya logistik untuk distribusi bahan baku juga naik, menambah beban biaya produksi," kata Bhima.

Menurut dia, ekspor Indonesia bakal terganggu akibat adanya penurunan permintaan dari negara tujuan ekspor. Sebab daya beli masyarakatnya pun turun.

"Sepanjang semester II 2022, proyeksi surplus neraca dagang hanya mencapai US$8-10 miliar," ungkap Bhima.

Selain itu, lanjutnya, inflasi yang bersifat kontinu akan meningkatkan risiko percepatan kenaikan suku bunga, beberapa pelaku usaha yang alami kenaikan debt to equity ratio akan berat saat melakukan refinancing utang. 

"Daya beli masyarakat juga bisa melemah dan cenderung saving atau berhemat," ujar Bhima.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Internasional
5 bulan lalu

Trump dan Xi Jinping bakal Bertemu di Korea Selatan, Ini yang Dibahas

Internasional
9 bulan lalu

Putin Ingin Berunding Langsung dengan Ukraina, Tanpa Syarat

Keuangan
10 bulan lalu

Bursa Saham Eropa Anjlok ke Level Terendah dalam 16 Bulan akibat Tarif Trump

Keuangan
1 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah 26 Poin ke Rp15.870 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal