Wawancara Eksklusif iNews dengan Jusuf Kalla terkait Kisruh Perebutan Kursi Ketum PMI

iNews
Wawancara eksklusif iNews dengan Jusuf Kalla terkait kisruh perebutan kursi Ketum PMI. (iNews)

JK: Ya ya melanggar tentu pelanggaran dasar ada hukumannya, ada hukuman disiplin. Kalau terlalu, sudah dua tiga kali dipecat, itu aja dan kita sudah lakukan itu. 

Yang menarik Pak kemarin ada munas tandingan, kemudian ada pihak-pihak yang mengklaim. Apa sebenarnya yang melatarbelakangi hal itu?

JK: Saya tidak tahu, tanya aja mereka. Bahwa orang menjadi saya katakan silakan, mau jadi ketua silakan, asal didukung oleh 20 persen peserta, silakan. Tapi, gak ada dukungan, cuma 5 persen dan mekanismenya sudah jelas, jelas, semua ada aturannya, AD/ART ada. 

Ke depan hal ini apakah akan mengganggu tugas-tugas PMI, khususnya melayani masyarakat Pak?

JK: Oh tidak, tidak akan mengganggu. Kalau dia mengganggu, ya kita ambil tindakan juga, melapor ke hukum. kalau buat sekali lagi ini kan upaya kemanusiaan kalau ada yang menghalangi, berarti menghalangi upaya kekuasaan. Tidak. Insyaallah tidak. Saya kira mereka juga sudah sadar gak mungkin.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
9 hari lalu

Islah Bahrawi Duga Video Budi Arie Sengaja Dibocorkan: Jokowi Mungkin Kecewa dengan Prabowo

9 hari lalu

Dikaitkan dengan Demo 27 Agustus, Kubu Budi Arie Sindir Relawan Prabowo: Terlalu Halu

14 hari lalu

Selain Ijazah, Roy Suryo Kuliti Skripsi Jokowi yang Dinilai Banyak Kejanggalan

14 hari lalu

Yakup Hasibuan Sindir Roy Suryo Tak Pernah Teliti Ijazah Asli Jokowi, Hanya Fotokopi

21 hari lalu

Dampak Karhutla Kian Parah: Relawan Meninggal Dunia, Puluhan Warga dan Petugas Tumbang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal