Dia melanjutkan, "Selama sepuluh tahun, festival ini telah menjadi ruang yang aman bagi siapa pun untuk belajar, memahami, dan melihat dunia dari perspektif yang berbeda."
Memasuki usia ke-10, festival juga memperluas aktivitas di luar ruang bioskop. Salah satunya melalui 100% Exhibition: A Decade of Love Language yang dibuka di Institut Français d'Indonésie (IFI) Thamrin pada 7 Agustus 2026.
Pameran tersebut menampilkan arsip poster resmi festival selama satu dekade terakhir yang dibuat oleh berbagai seniman lokal. Deretan karya itu menjadi dokumentasi perjalanan visual sekaligus perkembangan gagasan mengenai kemanusiaan yang terus diusung festival.
Sementara itu, pada 8 Agustus 2026, pengunjung dapat mengikuti 100% Cinergi, program pemutaran film klasik Indonesia Quickie Express yang dilengkapi layanan Bisik Buddy, yakni relawan pembisik bagi penonton tunanetra.
Di hari yang sama, festival juga menggelar 100% DIY: Sign Language, lokakarya Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) yang mengajak masyarakat mengenal budaya Tuli sekaligus mempelajari dasar-dasar bahasa isyarat sebagai langkah membangun ruang komunikasi yang lebih inklusif.