Di saat yang sama, terdapat lima orang mahasiswa seni rupa ITB yang memiliki cara lain untuk menyikapi situasi dan keadaan Indonesia di masa itu. Ketimbang ikut-ikutan demo, mereka memilih memisahkan diri dari NKRI dan mendirikan sebuah negara sendiri berukuran 8 meter x 10 meter di lantai dua gedung FSRD-ITB. Namanya Negara Kesatuan Republik The Panasdalam. Penduduknya sebanyak 18 orang yang tak lain adalah kawan-kawan mereka sendiri.
Negara ini dibentuk Pidi Baiq yang kemudian mengangkat dirinya sendiri sebagai imam besar The Panasdalam. Imam besar The Panasdalam memiliki hak penuh dalam memilih dan menentukan presiden. Presiden yang terpilh saat itu adalah Deni Rodendo. Alasan imam besar memilih Deni karena dianggap satu-satunya presiden di dunia yang hapal nama penduduknya. Itu prestasi.
Imam besar juga membentuk dewan syuro untuk menjadi mitra dalam menentukan arah kebijakan negara The Panasdalam. Ketua dewan syuro yang diangkat imam besar saat itu adalah Ninu. Alasan memilih Ninu karena mau menjadi ketua dewan syuro.
Tahun 1998 setelah Soeharto lengser, imam besar memprakarsai diadakannya Muktamar The Panasdalam yang diadakan di Dago Tea Huis. Tujuan muktamar untuk menentukan apakah setelah Soeharto turun, The Panasdalam tetap menjadi negara atau bergabung lagi dengan NKRI?