Di sinilah konsistensi menjadi penting. Ya, konsisten bukan berarti memaksakan diri bekerja tanpa henti. Konsistensi berarti tetap menjalankan komitmen dan kembali mencoba meski sesekali mengalami kegagalan.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mencatat perkembangan setiap minggu. Tidak hanya mencatat hasil, tetapi juga usaha yang sudah dilakukan.
Dengan cara itu, seseorang dapat melihat bahwa kemajuan tidak selalu berbentuk pencapaian besar. Terkadang, kemajuan hanya berupa kemampuan untuk tetap bertahan dan melanjutkan langkah.
Anak muda sering kali terlalu fokus pada tujuan akhir. Akibatnya, proses panjang yang sudah dilewati justru tidak terasa sebagai sebuah pencapaian.
Padahal, keberhasilan tidak selalu harus dirayakan setelah mencapai target besar.