4. Berpotensi Membantu Menekan Peradangan
Sejumlah penelitian menunjukkan jamur kancing memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan aktivitas antioksidan dan antiinflamasi.
Namun, Prof. Zulys mengingatkan bahwa hasil penelitian laboratorium tidak bisa langsung disamakan dengan efek klinis pada manusia.
“Pada uji in vitro terhadap tikus, jamur kancing membantu mempercepat pemulihan. Namun, belum dapat langsung disimpulkan memberikan efek klinis yang sama pada manusia,” katanya.
5. Bukan Obat, tetapi Bisa Menjadi Bagian Pola Makan Sehat
Meski memiliki berbagai kandungan nutrisi, jamur kancing bukan makanan ajaib yang dapat menggantikan pengobatan medis.
Prof Zulys menegaskan jamur kancing lebih tepat dipandang sebagai salah satu pilihan pangan bergizi yang dapat melengkapi pola makan sehat.
“Jamur kancing bukan makanan ajaib, juga bukan obat. Sumber nutrisi yang baik, rendah kalori, kaya antioksidan, dan mengandung berbagai senyawa bioaktif yang menjadikannya salah satu pangan fungsional yang menarik untuk kesehatan,” ujarnya.
Masyarakat tidak perlu menghindari jamur kancing hanya karena khawatir terkena asam urat. Yang terpenting adalah mengonsumsi makanan secara seimbang dan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.Pilihan angle berita: