Anak Masuk Sekolah Lagi, Dokter Ingatkan Ancaman DBD Ikut Mengintai

Muhammad Sukardi
Sekolah menjadi tempat berisiko penyebaran DBD. (Foto: Ilustrasi AI)

"Pada musim kemarau pun tempat-tempat yang dapat menampung air tetap berpotensi menjadi tempat nyamuk berkembang biak jika tidak ditutup, dikuras, atau dibersihkan secara rutin," tambahnya.

Menurutnya, ketika anak kembali beraktivitas di sekolah, kewaspadaan harus semakin ditingkatkan. Pasalnya, nyamuk penyebab DBD aktif pada pagi hingga sore hari, bertepatan dengan jam sekolah.

Ia menjelaskan, perlindungan anak tidak cukup hanya dilakukan di rumah. Lingkungan sekolah juga memiliki peran penting dalam memutus rantai penularan.

Sekolah dapat secara rutin memeriksa adanya genangan air, melakukan pemantauan jentik, serta mengajak seluruh warga sekolah menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, serta langkah perlindungan tambahan lainnya.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, orang tua juga dianjurkan membiasakan anak menggunakan pakaian yang dapat melindungi tubuh saat diperlukan serta memakai losion antinyamuk ketika beraktivitas di area yang berisiko.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
2 bulan lalu

Fantastis! Beban Ekonomi akibat DBD di Indonesia Nyaris Rp9 Triliun pada 2024

2 bulan lalu

Studi UGM: Vaksin DBD Berpotensi Turunkan Kasus Rawat Inap dan Kematian

2 bulan lalu

Studi UGM: Beban Ekonomi DBD di Indonesia Tembus Hampir Rp9 Triliun

4 hari lalu

Virus Baru ALTNV Bisa Menular dari Manusia ke Manusia? Cek Faktanya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal