"Pada musim kemarau pun tempat-tempat yang dapat menampung air tetap berpotensi menjadi tempat nyamuk berkembang biak jika tidak ditutup, dikuras, atau dibersihkan secara rutin," tambahnya.
Menurutnya, ketika anak kembali beraktivitas di sekolah, kewaspadaan harus semakin ditingkatkan. Pasalnya, nyamuk penyebab DBD aktif pada pagi hingga sore hari, bertepatan dengan jam sekolah.
Ia menjelaskan, perlindungan anak tidak cukup hanya dilakukan di rumah. Lingkungan sekolah juga memiliki peran penting dalam memutus rantai penularan.
Sekolah dapat secara rutin memeriksa adanya genangan air, melakukan pemantauan jentik, serta mengajak seluruh warga sekolah menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, serta langkah perlindungan tambahan lainnya.
Selain menjaga kebersihan lingkungan, orang tua juga dianjurkan membiasakan anak menggunakan pakaian yang dapat melindungi tubuh saat diperlukan serta memakai losion antinyamuk ketika beraktivitas di area yang berisiko.