Editor buku 'Pulihkan Kembali: Kisah Dua Kota, Satu Sungai, dan Harapan untuk Bumi', Ahliana Afifati Sani, menjelaskan bahwa elemen visual dapat membantu anak memahami keterhubungan antara manusia dan lingkungan.
Buku tersebut merupakan edisi bahasa Indonesia dari 'Turn It Around' karya Jenny Molendyk Divleli dan Somaye Mohamady. Ceritanya menggambarkan dua kota yang dipisahkan oleh sebuah sungai, tetapi tetap terhubung melalui dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia.
Dalam buku itu, ruang kosong atau white space di antara kedua kota berubah seiring memburuknya kondisi lingkungan. Ketika pemulihan mulai terjadi, ruang tersebut bergerak kembali ke arah berlawanan.
Teknik yang disebut dynamic negative space ini membuat perubahan lingkungan yang abstrak menjadi lebih mudah diamati melalui ilustrasi.
"Anak-anak akan melihat bahwa apa yang kita suarakan dan upayakan dapat membawa dampak nyata. Dalam buku ini, pergeseran white space menggambarkan bagaimana upaya kolektif dapat mengembalikan keseimbangan yang sempat terganggu," tutur Ahliana.