Cerita tentang sungai juga dapat digunakan untuk menjelaskan mengapa persoalan lingkungan bisa berdampak pada orang yang tinggal jauh dari sumber masalah. Sampah atau zat pencemar yang dibuang di hulu, misalnya, dapat terbawa aliran air menuju hilir dan memengaruhi wilayah lain.
Pemahaman semacam ini berkaitan dengan konsep environmental justice atau keadilan lingkungan, yakni bagaimana dampak persoalan lingkungan dapat dirasakan oleh kelompok atau masyarakat yang berbeda.
Berdasarkan teori perkembangan Jean Piaget, anak usia 7–10 tahun umumnya berada pada tahap operasional konkret. Pada tahap ini, mereka mulai mampu memahami hubungan sebab-akibat melalui contoh yang nyata. Cerita dan ilustrasi dapat membantu mengenalkan konsep tersebut sebelum anak mempelajari persoalan lingkungan yang lebih kompleks.
Pembicaraan tentang bencana dan kerusakan lingkungan pada akhirnya tidak harus dihindari dari kehidupan anak. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana orang tua menyampaikan informasi, mendengarkan kekhawatiran mereka, dan membantu memahami bahwa ada upaya yang bisa dilakukan bersama.
Dengan pendampingan yang sesuai, anak dapat belajar mengenali persoalan lingkungan tanpa harus memikul beban untuk menyelesaikannya sendiri.