Temuan tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam pemenuhan asupan asam lemak omega-3 pada anak usia sekolah.
Padahal, DHA dibutuhkan sebagai salah satu komponen struktural membran sel otak. Nutrisi tersebut berperan dalam mendukung fungsi normal otak sehingga kebutuhan hariannya perlu menjadi bagian dari pola makan seimbang anak.
Meski demikian, anak tidak selalu mudah menerima makanan yang menurut orang tua memiliki kandungan nutrisi baik.
Seiring bertambahnya usia, anak biasanya mulai memiliki preferensi yang lebih kuat terhadap makanan dan minuman. Kondisi ini dapat menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua ketika berusaha memenuhi kebutuhan gizi harian.
Penelitian Universitas Gadjah Mada pada 2015 terhadap siswa SD dan SMP di Purbalingga, misalnya, menemukan adanya kecenderungan penolakan terhadap susu plain. Penolakan tercatat pada 53 persen siswa SD dan 39,5 persen siswa SMP dalam penelitian tersebut.