Beberapa efek samping yang dapat muncul antara lain:
- Mengantuk.
- Pusing.
- Mulut kering.
- Kelelahan.
- Sakit kepala.
- Mual.
Pada penggunaan dosis berlebihan, efek yang lebih serius dapat terjadi, seperti kantuk berat, kebingungan, gelisah, tremor, jantung berdebar, hingga kesulitan buang air kecil.
Jika mengalami reaksi yang tidak biasa setelah mengonsumsi cetirizine, pengguna sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Anggapan bahwa cetirizine dapat mengencangkan Miss V tidak memiliki dasar ilmiah.
Memang, salah satu efek samping obat antihistamin adalah menyebabkan mulut dan selaput lendir terasa kering. Namun, berkurangnya kelembapan tidak berarti otot Miss V menjadi lebih kuat atau lebih rapat.
Cetirizine tidak dirancang untuk memperkuat otot dasar panggul maupun mengubah struktur anatomi organ intim perempuan.
Pharmacy and Poisons Board Kenya juga memperingatkan masyarakat agar tidak memasukkan tablet cetirizine langsung ke dalam Miss V. Praktik tersebut berpotensi menyebabkan iritasi, sensasi terbakar, nyeri, ketidaknyamanan, hingga meningkatkan risiko infeksi akibat terganggunya lingkungan alami organ intim.
Dengan demikian, cetirizine sebaiknya digunakan sesuai fungsi medisnya, yakni untuk membantu meredakan gejala alergi, bukan sebagai produk perawatan atau pengencang Miss V.