Apakah Pria dengan Penyakit Azoospermia Masih Bisa Punya Anak? Ini Jawabannya

Muhammad Sukardi
Ilustrasi kondisi Azoospermia. (Foto: Freepik)
  • Azoospermia Obstruktif

Ini disebabkan oleh sumbatan pada saluran reproduksi seperti di epididimis atau vas deferens yang menghalangi sperma keluar. Testis biasanya masih memproduksi sperma normal, dan penanganannya bisa melalui pembedahan atau pengambilan sperma langsung dari testis untuk program bayi tabung (IVF).

  • Azoospermia Non-obstruktif

Ini terjadi karena gangguan produksi sperma di testis, bisa akibat kelainan genetik, hormonal, atau masalah testis seperti varikokel. Penanganannya lebih kompleks dan sering memerlukan terapi hormonal.

"Faktor penyebab Azoospermia itu beragam, mulai dari kelainan genetik, gangguan hormonal, infeksi atau peradangan di organ reproduksi, efek samping pengobatan, hingga efek samping dari prosedur medis tertentu seperti kemoterapi atau operasi di daerah testis," papar dr Widya.

Terapi Azoospermia  

Seperti dijelaskan di atas, pria dengan masalah azoospermia masih punya potensi untuk memiliki anak. Ada beberapa metode yang bisa membantu, antara lain:

1. Pembedahan untuk Mengatasi Penyumbatan

Jika azoospermia disebabkan sumbatan di saluran sperma, prosedur operasi dapat membantu membuka kembali jalur sperma.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
3 jam lalu

BPOM Pastikan Vaksin Tifoid Bio-TCV Aman Diberikan Mulai Bayi Usia 6 Bulan

3 jam lalu

Vaksin Tifoid Pertama Buatan Indonesia Resmi Diluncurkan, BPOM Approved!

6 jam lalu

Fakta Mengejutkan! Hipertensi Kini Banyak Menyerang Anak Sekolah, Ini Temuan Kemenkes

17 jam lalu

Menkes Ungkap Khasiat Jeruk Nipis, Tak Cuma Bikin Makanan Lebih Segar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal