"Pedoman WHO saat pandemi Covid-19 menyebabkan penutupan terbesar dalam sejarah umat manusia. Argentina tidak akan membiarkan organisasi internasional campur tangan terhadap kedaulatan dan apalagi terhadap kesehatan kami," ungkap Adorni dalam konferensi pers, dikutip Kamis (6/2/2025).
Alasan lain adalah WHO dinilai Argentina kurang independen, karena pengaruh politik beberapa negara.
WHO saat ini sedang menyelidiki pengumuman Argentina tersebut. Sementara itu, Adorni belum memberikan keputusan kapan kebijakan presiden akan dilaksanakan.
Diketahui bahwa Adorni adalah orang yang cukup keras mengkritik soal kebijakan lockdown saat pandemi Covid-19. Dasar sikap tersebut, menurut Adorni, lockdown merugikan perekonomian dan menjadikan lockdown sebagai alat mekanisme penindasan.