Atur Jarak Kelahiran Minimal 3 Tahun, Berkaitan dengan Risiko Stunting

Mei Sada Sirait
Terdapat kajian yang menunjukkan kecenderungan anak dengan jarak kelahiran lebih dari 2 tahun memiliki tinggi dan berat badan rata-rata lebih baik. (Foto: Ilustrasi AI)

Kategori tersebut meliputi usia terlalu muda, terlalu tua, jarak kehamilan terlalu dekat, maupun jumlah kehamilan yang terlalu banyak.

Untuk perempuan yang hamil pada usia di atas 35 tahun, misalnya, perlu berkonsultasi lebih sering dengan tenaga kesehatan karena kehamilan pada usia tersebut memiliki risiko yang lebih tinggi.

“Edukasi. Kalau dia milihnya yang apa, yang jangka pendek, ya apa boleh buat,” ujar Wahidin.

Karena itu, perencanaan keluarga tidak hanya menyangkut jumlah anak yang ingin dimiliki, tetapi juga kapan kehamilan direncanakan dan seberapa jauh jarak antar-kelahiran.

Dengan perencanaan tersebut, pasangan diharapkan dapat mempersiapkan kondisi kesehatan ibu sekaligus memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak secara lebih optimal.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
20 hari lalu

Desil DTSEN Sempat Berubah Signifikan, Gus Ipul Ungkap Penyebabnya

1 bulan lalu

Kemendukbangga akan Gelar Upacara HUT ke-81 RI Inklusif, Puluhan Lansia Jadi Tamu Kehormatan

2 bulan lalu

Indonesia Resmi Masuki Era Aging Population, BKKBN Ingatkan Ancaman Sandwich Generation Makin Besar

2 bulan lalu

Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah Bisa Tingkatkan Kepercayaan Diri Si Kecil

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal