Dengan perencanaan tersebut, kondisi kesehatan dan gizi ibu diharapkan dapat lebih terjaga sebelum kembali menjalani kehamilan.
“Dengan penggunaan kontrasepsi, kemudian akan bisa mengatur kapan akan kelahiran anak pertama, kemudian bagaimana akan menjarangkan jarak antar anak, kemudian akan bagaimana juga menentukan jumlah anaknya, yang pada akhirnya berdampak pada status gizi perempuan atau ibunya,” kata Wahidin.
Menurut Wahidin, kondisi gizi ibu juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena berkaitan dengan kesiapan tubuh dalam menjalani kehamilan dan melahirkan.
Selain itu, terdapat kajian yang menunjukkan kecenderungan anak dengan jarak kelahiran lebih dari dua tahun memiliki tinggi dan berat badan rata-rata lebih baik dibandingkan kelompok dengan jarak kelahiran yang lebih dekat. Kajian tersebut juga melihat penilaian guru terhadap kondisi akademik anak.
Program KB menjadi salah satu cara bagi pasangan untuk merencanakan jarak kelahiran. Penggunaan kontrasepsi juga berperan penting dalam mencegah kehamilan yang termasuk kategori “4 Terlalu”.