Atur Jarak Kelahiran Minimal 3 Tahun, Berkaitan dengan Risiko Stunting

Mei Sada Sirait
Terdapat kajian yang menunjukkan kecenderungan anak dengan jarak kelahiran lebih dari 2 tahun memiliki tinggi dan berat badan rata-rata lebih baik. (Foto: Ilustrasi AI)

“Kalau bayangkan kalau misalnya belum 6 bulan sudah hamil, berarti kan bayi kita pasti stop, ASI-nya stop,” katanya.

Selain memenuhi kebutuhan bayi, jarak kelahiran juga memberikan kesempatan bagi ibu untuk memulihkan kondisi tubuh dan mempersiapkan kehamilan berikutnya.

Karena itu, dalam paparannya, masyarakat dianjurkan mengatur jarak kelahiran dengan interval minimal 36 bulan atau sekitar tiga tahun.

“Makanya kita juga menganjurkan untuk punya jarak dengan interval minimal 36 bulan, tiga tahun,” ujar Wahidin.

Pentingnya mengatur jarak kelahiran juga dikaitkan dengan kondisi gizi ibu. Penggunaan kontrasepsi memungkinkan pasangan menentukan kapan ingin memiliki anak pertama, mengatur jarak kelahiran, sekaligus merencanakan jumlah anak.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
20 hari lalu

Desil DTSEN Sempat Berubah Signifikan, Gus Ipul Ungkap Penyebabnya

1 bulan lalu

Kemendukbangga akan Gelar Upacara HUT ke-81 RI Inklusif, Puluhan Lansia Jadi Tamu Kehormatan

2 bulan lalu

Indonesia Resmi Masuki Era Aging Population, BKKBN Ingatkan Ancaman Sandwich Generation Makin Besar

2 bulan lalu

Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah Bisa Tingkatkan Kepercayaan Diri Si Kecil

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal