Ada penderita yang mengalami gangguan katup cukup berat tetapi hanya merasakan gejala ringan. Hal ini dapat terjadi karena tubuh beradaptasi secara bertahap terhadap perubahan fungsi jantung.
Penyakit katup jantung tidak hanya berkaitan dengan usia lanjut. Kondisi tersebut dapat dialami anak-anak hingga lansia, tergantung penyebab dan faktor risikonya.
Beberapa penyebabnya antara lain demam rematik setelah infeksi tenggorokan, proses penuaan dan pengapuran katup, infeksi katup jantung atau endokarditis, kelainan bawaan, hipertensi, serangan jantung, hingga gagal jantung.
Pada ibu hamil, gangguan katup yang sebelumnya tidak menimbulkan gejala juga dapat mulai terasa. Pasalnya, selama kehamilan jantung bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Karena itu, sesak napas atau kelelahan yang muncul secara tidak biasa, terutama jika disertai jantung berdebar, nyeri dada, pusing, pingsan, atau pembengkakan pada tubuh, sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai efek kelelahan.
Mengenali gejala sejak awal dan melakukan pemeriksaan dapat membantu mengetahui apakah keluhan tersebut hanya berkaitan dengan kondisi tubuh atau menjadi tanda adanya gangguan pada jantung.