JAKARTA, iNews.id - Donor darah dan donor plasma sama-sama dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan medis pasien. Namun, keduanya memiliki perbedaan, mulai dari komponen yang diambil hingga pemanfaatannya untuk pengobatan.
Pakar Bank Darah dan Kedokteran Transfusi, Dr dr Teguh Triyono, M.Kes., Sp.PK., Subsp. B.D.K.T. (K), Subsp. K.V. (K) menjelaskan, darah terdiri atas komponen seluler dan plasma. Plasma merupakan bagian cair darah yang mengandung berbagai zat, terutama protein.
Pada donor darah biasa, darah diambil secara utuh sehingga mengandung berbagai komponen darah. Darah tersebut kemudian dapat dipisahkan menjadi komponen seperti sel darah merah, trombosit, dan plasma sesuai kebutuhan pasien.
Sementara pada donor plasma, komponen yang dikumpulkan secara khusus adalah plasmanya. Komponen sel darah lainnya dapat dikembalikan ke tubuh donor melalui proses yang dikenal sebagai plasmaferesis.
Perbedaan tersebut membuat donor plasma memiliki karakteristik tersendiri. Di sejumlah negara, donor plasma bahkan dapat dilakukan dengan interval lebih sering dibandingkan donor darah biasa.