Beda Donor Darah dan Donor Plasma, Ini Penjelasan Dokter

Mei Sada Sirait
Donor darah dan donor plasma sama-sama dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan medis pasien, namun berbeda pemanfaatannya. (Foto: Ilustrasi AI)

“Untuk donor plasma itu banyak di negara-negara memberikan batasan bahwa kita bahkan bisa donor plasma dua minggu sekali,” ujar dr. Teguh dalam International Plasma Awareness Week (IPAW) 2026 bersama Takeda, Rabu (7/10/2026).

Menurut dia, frekuensi donor plasma yang lebih sering memungkinkan jumlah plasma yang dikumpulkan juga lebih banyak. Hal ini penting karena sebagian pasien membutuhkan terapi yang berasal dari produk olahan plasma secara berkelanjutan.

“Artinya apa? Artinya kita bisa memberikan sesuatu untuk pasien itu dengan lebih banyak, lebih sering,” katanya.

Baca Juga

Plasma yang didonasikan tidak hanya dapat digunakan langsung untuk transfusi. Plasma juga dapat diproses melalui fraksionasi untuk menghasilkan Produk Obat Derivat Plasma (PODP).

Dari proses tersebut dapat dihasilkan berbagai produk, seperti albumin, imunoglobulin termasuk IVIg dan SCIG, serta faktor pembekuan VIII dan IX. Produk-produk tersebut digunakan untuk membantu menangani berbagai kondisi medis, termasuk hipoalbuminemia, sejumlah penyakit autoimun dan kondisi tertentu, serta hemofilia.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
11 jam lalu

HUT ke-28, Bank Mandiri Perluas Manfaat bagi Masyarakat lewat Beragam Aksi Sosial

11 jam lalu

Plasma Darah Bisa Jadi Penopang Hidup Pasien Hemofilia, Ini Alasannya

10 hari lalu

Rutin Donor Darah di Kantor, Karyawan MNC Ingin Semakin Banyak Orang Terbantu

10 hari lalu

Bukan Sekadar Rutinitas, Karyawan MNC Rutin Donor Darah demi Bantu Sesama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal