Wahidin menyebut sejumlah kajian menunjukkan kecenderungan risiko stunting semakin rendah ketika jarak kelahiran antaranak semakin panjang. Salah satu kajian membandingkan risiko stunting berdasarkan interval kelahiran.
“Kalau semakin jarak antara kakak adiknya semakin lama, peluang terjadi stuntingnya makin kecil,” ujar Wahidin.
Karena itu, masyarakat dianjurkan mengatur jarak kelahiran dengan interval minimal 36 bulan atau tiga tahun. Pengaturan tersebut dapat dilakukan melalui perencanaan keluarga dan penggunaan kontrasepsi.
“Makanya kita juga menganjurkan untuk punya jarak dengan interval minimal 36 bulan, tiga tahun,” ujar Wahidin.
Penggunaan kontrasepsi memungkinkan pasangan menentukan kapan ingin memiliki anak, mengatur jarak kelahiran, sekaligus merencanakan jumlah anak. Perencanaan tersebut juga diharapkan membantu menjaga kondisi kesehatan dan gizi ibu.