“Dengan penggunaan kontrasepsi, kemudian akan bisa mengatur kapan akan kelahiran anak pertama, kemudian bagaimana akan menjarangkan jarak antar anak, kemudian akan bagaimana juga menentukan jumlah anaknya, yang pada akhirnya berdampak pada status gizi perempuan atau ibunya,” kata Wahidin.
Jarak kelahiran menjadi bagian penting dalam perencanaan keluarga karena berkaitan dengan kesiapan ibu dan pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak. Dengan jarak yang cukup, ibu diharapkan memiliki waktu untuk memulihkan kondisi tubuh dan memberikan perhatian optimal kepada anak sebelum menjalani kehamilan berikutnya.
Program KB juga menjadi salah satu upaya mencegah kehamilan yang masuk kategori “4 Terlalu”, yakni usia terlalu muda, terlalu tua, jarak kehamilan terlalu dekat, dan jumlah kehamilan terlalu banyak.