Hipertensi juga kerap disebut sebagai silent disease karena dapat tidak menimbulkan gejala yang jelas. Kondisi ini membuat seseorang bisa merasa sehat meski tekanan darahnya tetap tinggi.
Sebab itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin dan kepatuhan terhadap pengobatan menjadi bagian penting dalam mencegah komplikasi. Pasien juga tidak dianjurkan mengubah dosis atau menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Bahaya hipertensi yang tidak terkontrol terhadap organ vital juga menjadi perhatian pemerintah. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, mengatakan pengendalian hipertensi menjadi salah satu upaya menekan kesakitan dan kematian akibat penyakit kritis.
"Program kesehatan fokus pada upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian KJSU: kanker, jantung, stroke, dan ginjal. Salah satu yang kita lakukan adalah menjaga hipertensi, DM, gangguan lipid, dan juga obesitas," kata dr Siti Nadia yang bergabung secara virtual dalam acara tersebut.
dr Siti Nadia mengimbau masyarakat melakukan skrining kesehatan secara rutin. Bagi mereka yang telah didiagnosis hipertensi, dia meminta pasien disiplin mengikuti arahan medis agar tekanan darah tetap terkontrol.