Kentut juga memiliki kaitan dengan pemulihan pasien setelah menjalani operasi, terutama yang menggunakan bius total. Aktivitas usus dapat melambat akibat pengaruh obat anestesi sehingga tenaga medis perlu memantau kembalinya fungsi pencernaan.
Keluarnya gas menjadi salah satu indikator bahwa usus mulai kembali bergerak. Meski demikian, dokter tidak hanya mengandalkan kentut untuk menentukan kondisi pemulihan pasien, tetapi juga mempertimbangkan pemeriksaan dan tanda klinis lainnya.
Dengan demikian, kentut bukan sekadar proses mengeluarkan gas atau sesuatu yang perlu dianggap memalukan. Frekuensi dan perubahan pola kentut dapat memberikan gambaran mengenai aktivitas sistem pencernaan, terutama jika diperhatikan bersama gejala lain.