CDC Soroti Zika di Bali, Kenali Gejala hingga Bahayanya bagi Ibu Hamil

Muhammad Sukardi
Niko Prayoga
Ilustrasi nyamuk pembawa virus Zika. (Foto: Pexels)

Inilah alasan mengapa kewaspadaan terhadap Zika tidak cukup hanya dengan menghindari gigitan nyamuk. Pencegahan penularan seksual juga menjadi bagian penting, terutama bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan.

Seberapa Bahaya Zika?

Bagi sebagian besar orang, Zika bukanlah penyakit yang biasanya menyebabkan kondisi berat. CDC menyebut penyakit ini umumnya ringan, sementara rawat inap dan kematian akibat Zika tergolong tidak umum.

Namun, anggapan bahwa Zika selalu ringan bisa menyesatkan. Risiko terbesar justru muncul ketika infeksi terjadi pada masa kehamilan.

Infeksi Zika selama kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir serius pada bayi, terutama pada otak dan mata. Kondisi tersebut dikenal sebagai congenital Zika syndrome. Infeksi selama kehamilan juga dikaitkan dengan keguguran, bayi lahir mati, dan kelahiran prematur.

Karena itu, Zika menjadi perhatian khusus bagi perempuan hamil maupun pasangan yang sedang merencanakan kehamilan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
5 hari lalu

CDC Keluarkan Travel Notice Zika di Bali, Ini Artinya

5 tahun lalu

Belum Selesai Gelombang Covid-19, India Dilanda Virus Zika 

8 tahun lalu

Lebih dari 100 Kasus Wabah Zika Merebak di India Utara

2 menit lalu

2 WN Nigeria Ditangkap di Bali, Salah Satunya Overstay Setahun Lebih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal