Cegah Penularan Tuberkulosis di Lingkungan Kerja, Skrining Kesehatan Rutin hingga Obat Teratur

Vien Dimyati
Cegah Penularan Tuberkulosis di Lingkungan Kerja, Skrining Kesehatan Rutin hingga Obat Teratur (Foto: Ist)

2. Pengendalian infeksi di lingkungan kerja

Pastikan area kerja memiliki ventilasi yang cukup untuk sirkulasi udara. Udara segar dapat membantu mengurangi konsentrasi bakteri TB di udara. Bagi mereka yang teridentifikasi TB aktif atau dalam proses pengobatan, penggunaan masker, seperti masker N95, sangat disarankan untuk mencegah penularan. Selain itu, lakukan pembersihan rutin pada area kerja, terutama permukaan yang sering disentuh, untuk mengurangi risiko penyebaran kuman.

3. Edukasi 

Memberikan pelatihan dan penyuluhan kepada karyawan mengenai cara penularan TB, gejalanya, dan pentingnya deteksi dini serta pengobatan yang tepat. Anjurkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan secara rutin dan etika batuk yang benar (menutup mulut dengan siku bagian dalam).

4. Isolasi sementara bagi penderita TB aktif

Jika ada karyawan yang terdiagnosis TB aktif, isolasi sementara dapat diterapkan hingga mereka tidak lagi menular. Hal ini termasuk pemberian cuti sakit hingga pengobatan efektif selama dua minggu. Buat ruangan yang memungkinkan ventilasi alami atau menggunakan ventilator untuk karyawan yang masih dalam masa pemulihan TB.

5. Pengobatan Teratur

Pastikan penderita TB mengikuti program pengobatan hingga tuntas selama 6-9 bulan untuk mencegah resistensi obat dan kambuhnya penyakit. Pengawasan minum obat: Program Directly Observed Treatment, Short-course (DOTS) dapat diterapkan untuk memastikan pasien TB meminum obat secara rutin di bawah pengawasan petugas kesehatan.

6. Vaksinasi BCG

Vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG) dapat diberikan untuk meningkatkan kekebalan terhadap TB, terutama pada anak-anak, meskipun efektivitasnya terbatas pada orang dewasa. Perlu diketahui, penemuan kasus Tuberkulosis terbesar berasal dari usia produktif (25-54 tahun) dengan kontribusi sekitar 35 persen dari total penderita Tuberkulosis di Indonesia, sehingga peran dan kesadaran perusahaan-perusahaan di 
Indonesia harus ditingkatkan untuk turut serta dalam program pemberantasan Tuberkulosis.

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
1 hari lalu

Sah! Syarat Kecukupan SKP Dokter Resmi Turun, dari 250 Jadi 160 per 5 Tahun

4 hari lalu

Wamenkes Bakal Pangkas Pengobatan TBC, dari 6 Bulan Jadi 1 Bulan

4 hari lalu

Jakarta Jadi Pusat Kasus TBC di Indonesia, Bangka Belitung Juga!

4 hari lalu

Terungkap! Ternyata Ini yang Terjadi pada Tubuh Ketika Kamu Tidur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal