Cuma 43% Balita Indonesia Dapat MPASI Beragam, Ahli Gizi Buka Suara!

Muhammad Sukardi
Ilustrasi anak makan MPASI. (Foto: Ilustrasi AI)

Jangan Hanya Mengejar Anak Kenyang

Di kesempatan yang sama, Tara menekankan bahwa orang tua sebaiknya tidak hanya melihat apakah anak sudah kenyang setelah makan. Kandungan gizi dalam makanan juga harus menjadi pertimbangan.

"Kita harus pintar mengatur strategi makanan yang padat gizi. Saat membeli lauk misalnya, perhitungkan apa saja kandungan gizinya? Jangan asal kenyang tapi minim gizi," tandasnya.

Menurutnya, keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang untuk menyediakan makanan bergizi. Orang tua dapat memanfaatkan bahan pangan lokal yang lebih terjangkau dan mengombinasikannya dengan sumber protein, sayuran, serta buah.

Tara juga mengingatkan orang tua agar tidak merasa bersalah jika sesekali memberikan makanan olahan atau membeli makanan dari luar rumah.

"Beli makanan di warteg pun bisa kok mendapatkan gizi yang baik. Atau misalnya kita goreng sosis untuk lauk, maka tambahkan sayur yang lebih beragam, jadi asupan gizi tetap optimal," ucapnya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
3 hari lalu

Punya Budget Terbatas? Ahli Gizi Ungkap Cara Tetap Penuhi Nutrisi Keluarga

1 bulan lalu

Hari Anak Nasional 2026, Edukasi Gizi di Kupang Libatkan 1.000 Orang Tua dan Anak

1 bulan lalu

Nasi, Kentang atau Pasta, Mana Paling Sehat? Begini Kata Ahli Gizi 

1 bulan lalu

Kuning Telur Tak Perlu Ditakuti, Ahli Gizi Ungkap Mitos Kolesterol

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal