Dampak Pandemi Virus Korona bagi Penderita Gangguan Kecemasan dan OCD

Antara
Pandemi virus korona berdampak bagi penderita gangguan kecemasan dan OCD. (Foto: AFP)

Menurut Psikiater RSCM Jakarta dr Gina Anindyajati, rasa khawatir dapat dibentuk menjadi sebuah tindakan pencegahan. Hanya saja, hal itu cukup sulit bagi mereka yang memiliki anxietas.

"Ada risiko mereka akan semakin terpuruk dalam pusaran pikiran dan perasaan cemasnya," kata Gina kepada Antara, Kamis (20/3/2020).

"Dan bagi orang dengan Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD), anjuran rajin cuci tangan ditambah dengan kecemasan tertular Covid-19 akan berisiko relaps atau memperburuk keadaan," katanya melanjutkan.

Bagaimana menenangkan diri dan mengupayakan pikiran yang rasional agar tidak terjebak dalam pikiran yang irasional dan dorongan yang sulit dikendalikan adalah tantangan bagi mereka dengan kedua jenis gangguan kejiwaan ini.

Namun sisi lain, Gina menambahkan, keadaan ini juga bisa dimanfaatkan sebagai suatu strategi terapi (teknik flooding) bagi mereka dengan anxietas dan OCD untuk beradaptasi secara cepat.

Editor : Tuty Ocktaviany
Artikel Terkait
Health
2 hari lalu

Wanita yang Kurang Tidur Susah Turunkan Berat Badan, Kok Bisa?

Health
2 hari lalu

Gejala Campak yang Harus Diwaspadai, Ruam Merah di Belakang Telinga!

Health
2 hari lalu

Campak Lebih Agresif daripada Covid-19? Ini Faktanya!

Health
2 hari lalu

Campak Mewabah di Indonesia, 572 Kasus Terkonfirmasi!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal