Dampak Pandemi Virus Korona bagi Penderita Gangguan Kecemasan dan OCD

Antara
Pandemi virus korona berdampak bagi penderita gangguan kecemasan dan OCD. (Foto: AFP)

Tekanan saat karantina dapat bertambah dengan lamanya durasi karantina dilakukan, ketakutan akan infeksi, rasa frustrasi, kebosanan, suplai sandang dan pangan yang tidak mencukupi, informasi yang salah dan tidak mencukupi, keterbatasan keuangan, serta stigma.

Menurut Gina, bila karantina benar-benar dibutuhkan, maka hendaknya dilakukan selama periode yang cukup.

"(Karantina sebaiknya) tidak terlalu singkat karena membahayakan kesehatan masyarakat, dan tidak terlalu lama sehingga berisiko menimbulkan distres untuk orang yang dikarantina," ujarnya.

Kiat kurangi kecemasan

Banyak informasi yang mengatakan bahwa kecemasan dan kepanikan mampu menurunkan sistem imun individu dan memungkinkan Covid-19 akan lebih cepat tertular.

Penting bagi mereka dengan gangguan anxietas dan OCD untuk memanajemen diri mereka agar tidak larut dalam kecemasan dan dapat menjaga imunitas, sebelum, ketika, dan setelah terinfeksi.

Editor : Tuty Ocktaviany
Artikel Terkait
Health
2 hari lalu

Wanita yang Kurang Tidur Susah Turunkan Berat Badan, Kok Bisa?

Health
3 hari lalu

Gejala Campak yang Harus Diwaspadai, Ruam Merah di Belakang Telinga!

Health
3 hari lalu

Campak Lebih Agresif daripada Covid-19? Ini Faktanya!

Health
3 hari lalu

Campak Mewabah di Indonesia, 572 Kasus Terkonfirmasi!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal