JAKARTA, iNews.id – Demam berdarah dengue (DBD) selama ini kerap dianggap sebagai penyakit yang lebih banyak menyerang anak-anak. Padahal, kelompok usia dewasa juga memiliki risiko tinggi terinfeksi dan mengalami dampak serius, terutama bagi mereka yang berada di usia produktif.
Data menunjukkan, DBD kini tidak lagi mengenal batas usia. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini bahkan dapat menyerang siapa saja sepanjang tahun, seiring perubahan pola cuaca yang semakin tidak menentu.
Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM, menegaskan bahwa dampak DBD pada orang dewasa sering kali kurang disadari.
"Sering kali dengue dianggap sebagai penyakit yang lebih banyak menyerang anak-anak, padahal pada kelompok usia dewasa risikonya tetap tinggi dan dapat berdampak luas," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).
Dia menjelaskan, tidak sedikit pasien dewasa harus menjalani rawat inap akibat DBD. Kondisi ini tentu berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari hingga produktivitas kerja.