"Tidak sedikit pasien dewasa yang harus menjalani rawat inap akibat dengue, yang pada akhirnya mengganggu aktivitas sehari-hari, pekerjaan, hingga produktivitas keluarga," katanya.
Lebih lanjut, dia mengingatkan bahwa risiko komplikasi pada pasien dewasa bisa meningkat, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti diabetes, hipertensi, maupun gangguan kesehatan lainnya.
"Kondisi ini dapat memperberat perjalanan penyakit dan meningkatkan kebutuhan perawatan medis yang lebih intensif," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Satgas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A, Subsp.T.K.P.S(K), menambahkan bahwa DBD memiliki karakteristik yang sulit diprediksi.
Gejala awal seperti demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, hingga muntah, dapat berkembang cepat menjadi kondisi yang lebih serius, seperti perdarahan hebat hingga syok.