"Langkah pertama adalah memastikan pasien ditangani oleh spesialis yang tepat, dengan informasi yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan tersebut dengan benar," lanjutnya.
Perkembangan ilmu onkologi membuat dokter kini dapat memahami kanker secara lebih spesifik. Jenis dan stadium tetap menjadi dasar penting, tetapi informasi tersebut perlu dilengkapi dengan berbagai pemeriksaan lain yang relevan.
Pemeriksaan patologi, pencitraan, reseptor, biomarker, hingga pengujian molekuler atau genomik dapat memberikan informasi yang membantu dokter menentukan apakah pasien berpotensi mendapatkan manfaat dari operasi, kemoterapi, terapi hormon, terapi bertarget, imunoterapi, terapi radiasi, atau kombinasi beberapa metode tersebut.
Namun, bukan berarti setiap pasien kanker harus menjalani seluruh jenis pemeriksaan.
Perawatan yang dipersonalisasi justru bertujuan menentukan pemeriksaan mana yang benar-benar relevan dengan kondisi pasien. Dengan demikian, keputusan terapi dibuat berdasarkan informasi yang paling dibutuhkan.