Diagnosis Kanker Sama, Kenapa Pengobatannya Bisa Berbeda? Ini Penjelasan Dokter

Muhammad Sukardi
Ilustrasi pasien kanker dirawat dan mendapat dukungan. (Foto: Ilustrasi AI)

"Langkah pertama adalah memastikan pasien ditangani oleh spesialis yang tepat, dengan informasi yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan tersebut dengan benar," lanjutnya. 

Perkembangan ilmu onkologi membuat dokter kini dapat memahami kanker secara lebih spesifik. Jenis dan stadium tetap menjadi dasar penting, tetapi informasi tersebut perlu dilengkapi dengan berbagai pemeriksaan lain yang relevan.

Pemeriksaan patologi, pencitraan, reseptor, biomarker, hingga pengujian molekuler atau genomik dapat memberikan informasi yang membantu dokter menentukan apakah pasien berpotensi mendapatkan manfaat dari operasi, kemoterapi, terapi hormon, terapi bertarget, imunoterapi, terapi radiasi, atau kombinasi beberapa metode tersebut.

Namun, bukan berarti setiap pasien kanker harus menjalani seluruh jenis pemeriksaan.

Perawatan yang dipersonalisasi justru bertujuan menentukan pemeriksaan mana yang benar-benar relevan dengan kondisi pasien. Dengan demikian, keputusan terapi dibuat berdasarkan informasi yang paling dibutuhkan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
11 jam lalu

Bahaya Minum Kopi dan Teh Terlalu Panas, Dokter Ingatkan Risiko Kanker Kerongkongan

5 hari lalu

Profil Kanaya Whu, Vokalis Emka 9 yang Meninggal Dunia akibat Kanker

5 hari lalu

Sebelum Meninggal Dunia, Kanaya Whu Berjuang Melawan Kanker

8 hari lalu

Mengejutkan! AI Diyakini Bisa Temukan Obat Kanker di Masa Depan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal