JAKARTA, iNews.id – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat terhadap kekasihnya, YTR, selama tiga tahun di Bandung membuat publik bertanya-tanya, bagaimana mungkin seseorang tetap bertahan dalam hubungan yang penuh kekerasan selama bertahun-tahun?
Menurut Dosen Psikologi Universitas Islam Bandung, Stephani Raihana Hamdan, kondisi tersebut bukan berarti korban menganggap kekerasan sebagai sesuatu yang normal. Dari sudut pandang psikologi, korban bisa saja terjebak dalam abusive relationship atau hubungan yang dipenuhi kekerasan, sehingga sulit melepaskan diri.
Stephani menjelaskan, abusive relationship memiliki pola yang berulang atau dikenal sebagai cycle of abuse. Hubungan biasanya dimulai dengan fase yang menyenangkan, kemudian muncul kekerasan, disusul permintaan maaf dari pelaku hingga hubungan kembali harmonis.
"Kalau dari kacamata psikologi, kasus ini bisa dilihat sebagai abusive relationship, terutama physical abuse. Hubungannya memang sudah berada pada titik yang penuh dengan kekerasan," ujarnya kepada iNews.id, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan, setelah melakukan kekerasan, pelaku umumnya menunjukkan penyesalan dan memperlakukan korban dengan sangat baik. Kondisi ini membuat korban kembali memiliki harapan bahwa pasangannya telah berubah.